Jumat, 14 Desember 2012

thumbnail

Model Desain Perencanaan pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
            Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Desain Perencanaan pengajaran ,maka kami menyusun makalah yang berjudul ``Model Desain Perencanaan pembelajaran ``
            Makalah ini akan membahas mengenai pengertian model desain pembelajaran, macam macam desain pembelajaran, pola pola pengembangan desain pembelajarandan perbedaan model model desain pembelajaran serta aplikasi pengembangan system intruksional.
            Dalam pembahasan mengenai pengertian model desain pembelajaran, makalah ini menguraikan tentang pengertian dan definisi model desain pembelajaran dari berbagai sudut pandang.
            Adapun pada pembahasan macam macam model desain pembelajaran dan perbedaan model model desain pembelajaran menguraikan tentang 5 macam model desain yang diterapkan oleh 5 ahli beserta aplikasi pengembangannya berikut perbedaan model model tersebut dari istilah, urutan dan kelengkapan langkahnya. Adapun pada pembahasan pola pola pengembangan desain pembelajaran membahas tentang 5 pola desain pembelajaran yang berkaitan dengan sumber belajar dalam system intruksional.
            Disadari bahwa makalah ini masih terdapat kekirangan dan kelemahan, karena itu kepada para pembaca dan pendidik dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah kami selanjutnya.

B.Rumusan masalah
            Adapun rumusan masalah pada pembahasan model model desain pembelajaran meliputi :
            1.Apakah definisi model desain pembelajaran ?
            2.Apa sajakah macam macam model desain pembelajaran ?
            3.Bagaimana pola pola pengembangan Desain pembelajaran ?
            4.Apa sajakah perbedaan perbedaan desain pembelajaran ?


C. Tujuan  Pembahasan
            1.Menjelaskan definisi model desain pembelajaran
            2.Mengetahui dan memahami macam macam model desain pembelajaran
            3.Memahami pola pola pengengembangan desain pembelajaran
            4.Memahami dan menjelaskan perbedaan model model desain pembelajaran




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian model desain pembelajaran
Secara umum istilah model sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan, dalam pengertian lain model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya misalnya “globe” merupakan bentuk dari bumi.
Model pembelajaran diartikan sebagai seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian suatu kebutuhan, pemilihan media dan evaluasi. Sesuai pengertian tersebut diatas maka yang dimaksud dengan model desain pembelajaran adalah seperangkat prosedur berurutan untuk merancang proses pembelajaran.
Model desain pembelajaran erat kaitannya dengan pengembangan instruksional dimana hasil akhir dari pengembangan instruksional ialah suatu system instruksional, yaitu materi dan strategi belajar mengajar yang dikembangkan secara empiris yang secara konsisten telah dapat mencapai tujuan instruksional tertentu.
Pengembangan instruksional ini terdiri dari seperangkat kegiatan yang meliputi perencanaan,pengembangan dan evaluasi terhadap sisitem instruksional yang sedang dikembangkan tersebut sehingga telah mengalami beberapa revisi,system instruksional tersebut dapat memuaskan hati pengembangnya.
Pengembangan instruksional adalah tehnik  pengelolaan dalam mencari pemecahan masalah-masalah instruksional,atau setidak-tidaknya dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar yang ada untuk memperbaiki pendidikan.
Ada beberapa model perencanaan pembelajaran,misalnya model pengembangan instruksional Briggs,model Banathy,model PPSI,model Kemp,model Gerlach dan Ely.

B. macam –macam model desain pembelajaran
            1.model pengembangan instruksional PPSI
    PPSI merupakan singkatan dari prosedur pengembangan system instruksional.istilah “system instruksional “mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan system dimana pengajaran adalah suatu kesatuan yang terorganisasi,yang terdiri dari seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.maka PPSI juga dapat disebut menggunakan pendekatan yang berorientasikan pada tujuan.
Model pengembangan instruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok,yaitu :
a.      tahap 1 : merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK)
           tujuan instruksional khusus adalah rumusan yang jelas tentang kemmpuan yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik setelah selesai mengu\ikuti suatu program pengajaran tertentu.
Dalam merumuskan TIK ada beberapa criteria yang harus dipenuhi,yaitu:
1)      menggunakan istilah yang operasional
2)      berbentuk hasil belajar
3)      berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur
4)      dalam satu TIK hanya memuat satu perubahan tingkah laku.
b.      tahap 2 : mengembangkan alat evaluasi
Evaluasi ini dikembangkan dari TIK yang telah dirumuskan.fungsi dari evaluas ini adalah untuk menulai sampai dimana peserta didik telah mencapai TIK yang telah dirumuskan.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah adalah sebagai berikut :
1) menentukan jenis tes yang akan digunakan untuk mengukur  tercapai tidaknya TIK.jenis tes ini dapat dibedakan menjadi;  a) tes tertulis  b) tes lisan  c) tes perbuatan
2) menyusun butir tes (item soal) untuk menilai masing-masing TIK.bentuk item soal ini berupa ; a) essay  b) obyektif dalam bentuk pilihan ganda,menjodohkan,isian,dan jawaban singkat.
c. tahap 3 : menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran
1) merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar  untuk mencapai TIK
2) menetapkan kegiatan yang tida perlu ditempuh
3) menetapkan kegiatan yang akan ditempuh
4) menetapkan materi pelajaran
d. tahap 4 : merencanakan program kegiatan
1) menetapkan strategi belajar mengajar,termasuk metode yang digunakan
2) memilih alat pelajaran dan sumber bahab atau media yang akan digunakan
3) menyusun jadwal penyajian
e. tahap 5 : melaksanakan program
1)  menyelenggarakan pre-test
            Pre-test ini untuk menjajagi seberapa jauh kemampuan yang telah dikuasai oleh peserta didik berkaitan dengan TIK
2) menyajikan materi pelajaran
3)  menyelenggarakan post-test
Post-test untuk menilai tingkat kemampuan peserta didik mengikuti pelajaran
5)      melakukan revisi (perbaikan)

2. Model J.E Kemp
Menurut Kemp (1977) pengembangan instruksional atau desain instruksional terdiri dari 8 langkah yaitu :
1)      menentukan tujuan instruksional umum (TIU)
           TIU merupakan tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan
2)      menganalisis karakteristik peserta didik
analisis ini digunakan untuk mengetahui latar belakang pendidikan, social, budaya per\serta didik ,serta untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil
3)      menentukan TIK
4)      menentukan materi pelajaran
5)      menetapkan penjajagan awal
           tes ini untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah memenuhi persyaratan belajar yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran
6)      menentukan strategi belajar mengajar
7)      mengkoordinasikan sarana penunjang ,yang meliputi tenaga fasilitas,alat,waktu dan tenaga.
8)      Mengadakan evaluasi

3. Model Briggs
           Model Briggs bersandar pada prinsip keselarasan antara a) tujuan yang akan dicapai b) strategi untuk mencapainya c) evaluasi keberhasilannya atau dalam bahasa sehari-hari dinyatakan dengan istilah  a) mau kemana?  b) dengan apa?  c) bilamana sampai tujuan?
 Adapun urutan langkah Briggs adalah sebagai berikut :
           Mau kemana? meliputi :
1)      identifikasi masalah/tujuan
2)      rumusan tujuan dalam perilaku belajar
3)       penyusunan materi/silabus
4)      Analisis tujuan
Dengan apa? meliputi :
5)      analisis tujuan
6)      jenjang belajar dan strategi instruksional
7)      rancangan instruksional (guru)
8)       strategi instruksional (tim pengembangan  instruksional)
Bilamana sampai tujuan? Meliputi
9)      penyusunan tes
10)   evaluasi formatif
11)  Evaluasi sumatif
4. Model Gerlach dan Ely
1) Merumuskan tujuan instruksional
2) Menentukan isi materi pelajaran, isi materi pelajaran hendaknya disesuaikan TIK
3) Menentukan kemampuan awal peserta didik,
untuk keperluan ini perlu dilakukan pre-test
4) Menentukan teknik dan strategi
Strategi merupakan pendekatan yang dipakai guru da;lam memanipulasi informasi, memilih sumber-sumber, dan menentukan tugas/ peranan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Jadi pada tahap ini guru harus menentukan cara untuk dapat mencapai tujuan instruksional secara baik.
5) Pengelompokan belajar
6) Menentukan pembagian waktu
7) Menentukan ruang
dalam menentukan ruang perlu memperhatikan jumlah peserta didik dan strategi yang digunakan, sehingga tujuan instruksional dapat tercapai secara efektif
8) Memilih media instruksional yang sesuai
9) Mengevaluasi hasil belajar
10) Menganalisis umpan balik
Umpan balik ini dilakukan dalam rangka untuk penyempurnaan/perbaikan instruksional. Analisis umpan balik ini hendaknya mencakup seluruh komponen instruksional.

5. model Bela H. Banathy
            Menurut Banathy (1972), secara garis besar pengembangan instruksional meliputi 6 langkah pokok yaitu :
1) merumuskan tujuan
dalam langkah ini guru harus merumuskan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik setelah mengikuti program pengajaran tertentu .
2) mengembangkan tes
3) menganalisis kegiatan belajar
4) mendesain  system instruksional
Dalam langkah ini ditetapkan jadwal dan tempat pelaksanaan dari masing-masing komponen instruksional. Seluruh komponen instuksipnal yang telah dirumuskan perlu ditetapkan sebagai suatu system pengajaran.
5) Melaksanakan pengajaran dan mengetes hasil
Dalam langkah ini system instruksional yang telah didesain perlu diujicobakan dan dilaksanakan. Selain itu juga perlu mengadakan penilaian terhadap hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik.
6) Mengadakan perbaikan
Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat digunakan sebagai bahan balikan dalam rangka mengadakan perbaikan terhadap sistem instruksional.

C.   pola-pola pengembangan desain pembelajaran
pada umumnya telah kita kenal pola instruksional dimana dosen pada umumnya
mempunyai kedudukan sebagai satu-satunya sumber belajar dalam system instruksional .pola ini dapat disebut pola tradisional.berbagai perkembangan mempengaruhi pola instruksional ini, di satu pihak ada kecenderungan standardisasi terhadap segi masukan (input) dalam system instruksional, dan di lain pihak terdapat pengaruh perkembangan tehnologi yang pada awalnya lebih diwarnai dengan adanya peralatan atau instrumentasi.


            Adapun pola-pola pengembangan desain pembelajaran adalah sebagai berikut:
1)      sumber berupa orang saja, dalam pola interaksi ini guru memegang kendali penuh atas berlangsungnya pengajaran dan bahan pendidikan
2)      sumber berupa orang saja yang dibantu dengan sumber lain ,dalam hal ini guru masih memegang kendali, hanya saja tidak mutlak karena dia dibantu oleh sumber lain
3)      sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab, dalam hal ini terdapat control bersama, misalnya sumber lain mengontrol penyajian informasi serta keefektifan penerimaan pesan, sedangkan guru mengontrol disiplin dan kegairahan belajar
4)      sumber lain saja tanpa sumber beruoa orang, keadaan ini terjadi dalam suatu pembelajaran yang menggunakan media.
5)      Kombinasi dari keempat pola tersebut diatas.
D.   perbedaan model-model pembelajaran
Perbedaan model model terletak pada istilah yang dipakai ,urutan dan kelengkapan langkahnya
a)      Model yang dikembangkan oleh Briggs ini berorientasi pada rancangan system dengan sasaran dosen atau guru yang akan bekerja sebagai perancang kegiatan instruksional maupun tim pengembangan instruksional yang susunan anggotanya meliputi antara lain dosen,administrator,ahli bidang studi,ahli evaluasi,ahli media,dan perancang instruksional.
b)      Model Bela H.Banathy
1.      Merumuskan tujuan
2.      Mengembangkan tes
3.      Menganalisis kegiatan belajar
4.      Mendesain system instruksional
5.      Melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil
6.      Mengadakan perbaikan
c)      Model PPSI (Prosedur pengembangan system instruksional
PPSI merupakan langkah langkah pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai suatu system untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif.Pengembangan system instruksional model PPSI dapat digambarkan sebagai berikut :
     1.Perumusan tujuan
     2.Pengembangan alat evaluasi
     3.Menentukan kegiatan belajar dan materi pelajaran
     4.Merencanakan program kegiatan
     5.Melaksanakan program
d)     Model Kemp
1.Menentukan tujuan instruksional umum (TIU)
2.Membuat analisis tentang karakteristik siswa
3.Menetukan tujuan instruksioanal seperti spesifik, operasioanal, dan terukur
4.Menentukan materi/bahan pelajaran yang sesuai dengan TIK
5.Menetapkan pengajaran awal
6.Menentukan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan instruksional khusus tersebut
7.Mengkoordinasikan sarana penunjang yang diperlukan meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu, dan tenaga
8.Mengadakan evaluasi
e)      Model Pengembangan Gerlach dan Ely
Model yang dikembangkan oleh Gerlach dan Ely (1997) dimaksudkan sebagai pedoman perencanaan mengajar.Pengembangan system intruksional menurut model ini melibatkan sepuluh unsur :
     1.Merumuskan tujuan
     2.Menentukan isi materi
     3.Menurut kemampuan awal
     4.Menentukan teknik dan strategi
     5.Pengelompokan belajar
     6.Menentukan pembagian waktu
     7.Menentukan ruang
     8.Memilih media instuksional yang sesuai
     9.Mengevaluasi hasil belajar
     10.Menganalisis umpan balik


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan        
A. Pengertian model desain pembelajaran
Model pembelajaran diartikan sebagai seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian suatu kebutuhan, pemilihan media dan evaluasi. Sesuai pengertian tersebut diatas maka yang dimaksud dengan model desain pembelajaran adalah seperangkat prosedur berurutan untuk merancang proses pembelajaran.
B. macam –macam model desain pembelajaran
            1.model pengembangan instruksional PPSI
           2. model J.E Kemp
3. model Briggs
            4. Model Gerlach dan Ely
            5. model Bela H. Banathy
C.Pola-pola pengembangan desain pembelajaran
          Adapun pola-pola pengembangan desain pembelajaran adalah sebagai berikut:
1)      sumber berupa orang saja, dalam pola interaksi ini guru memegang kendali penuh atas berlangsungnya pengajaran dan bahan pendidikan
2)      sumber berupa orang saja yang dibantu dengan sumber lain ,dalam hal ini guru masih memegang kendali, hanya saja tidak mutlak karena dia dibantu oleh sumber lain
3)      sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab, dalam hal ini terdapat control bersama, misalnya sumber lain mengontrol penyajian informasi serta keefektifan penerimaan pesan, sedangkan guru mengontrol disiplin dan kegairahan belajar
4)      sumber lain saja tanpa sumber berupa orang, keadaan ini terjadi dalam suatu pembelajaran yang menggunakan media.
5)      Kombinasi dari keempat pola tersebut diatas.


D.perbedaan model-model pembelajaran
Perbedaan model model terletak pada istilah yang dipakai ,urutan dan kelengkapan langkahnya.



Daftar Pustaka

1.      Model pembelajaran menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif,Prof.Dr.Hamzah B.Uno,M.pd,Bumi Aksara,Jakarta.
2.      Perencanaan pengajaran,Drs.Harjanto,Rineka Cipta ,Jakarta
3.      Perencanaan pengajaran berdasarkan pendekatan system,Prof.Dr.Oemar Hamalik,Bumi Aksara,Jakarta.
















DAFTAR ISI


BAB I             PENDAHULUAN
                        1.Latar belakang…………………………………………..1
                        2.Rumusan masalah……………………………………….2
                        3.Tujuan Pembahasan……………………………………..2
BAB II                        PEMBAHASAN
                        1.Pengertian model desain pembelajaran…………………3
                        2.Macam macam model desain pembelajaran……………3
                        3.Pola pola pengembangan desain pembelajaran………...7
                 4.Perbedaan model model  pembelajaran………………...8
BAB III          PENUTUP
                        Kesimpulan……………………………………………...10
DAFTAR PUSTAKA


















MAKALAH
MODEL DESAIN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Dosen pengampu :
Dhikrul Hakim, M.Pd.I



Disusun Oleh :
1.    Emy Fajriyah
2.    Lailatul Fadilah
3.    Laili Arofah
4.    Sulaiman


PRODI S1 TARBIYAH
FAKULTAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2011










Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

About



Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.