BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam
rangka memenuhi tugas mata kuliah Desain Perencanaan pengajaran ,maka kami
menyusun makalah yang berjudul ``Model Desain Perencanaan pembelajaran ``
Makalah
ini akan membahas mengenai pengertian model desain pembelajaran, macam macam
desain pembelajaran, pola pola pengembangan desain pembelajarandan perbedaan
model model desain pembelajaran serta aplikasi pengembangan system
intruksional.
Dalam
pembahasan mengenai pengertian model desain pembelajaran, makalah ini
menguraikan tentang pengertian dan definisi model desain pembelajaran dari
berbagai sudut pandang.
Adapun
pada pembahasan macam macam model desain pembelajaran dan perbedaan model model
desain pembelajaran menguraikan tentang 5 macam model desain yang diterapkan
oleh 5 ahli beserta aplikasi pengembangannya berikut perbedaan model model
tersebut dari istilah, urutan dan kelengkapan langkahnya. Adapun pada
pembahasan pola pola pengembangan desain pembelajaran membahas tentang 5 pola
desain pembelajaran yang berkaitan dengan sumber belajar dalam system
intruksional.
Disadari
bahwa makalah ini masih terdapat kekirangan dan kelemahan, karena itu kepada
para pembaca dan pendidik dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi
sempurnanya makalah kami selanjutnya.
B.Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah pada pembahasan model
model desain pembelajaran meliputi :
1.Apakah
definisi model desain pembelajaran ?
2.Apa
sajakah macam macam model desain pembelajaran ?
3.Bagaimana
pola pola pengembangan Desain pembelajaran ?
4.Apa
sajakah perbedaan perbedaan desain pembelajaran ?
C. Tujuan
Pembahasan
1.Menjelaskan
definisi model desain pembelajaran
2.Mengetahui
dan memahami macam macam model desain pembelajaran
3.Memahami
pola pola pengengembangan desain pembelajaran
4.Memahami
dan menjelaskan perbedaan model model desain pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian model desain pembelajaran
Secara umum istilah model
sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam
melakukan suatu kegiatan, dalam pengertian lain model juga diartikan sebagai
barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya misalnya “globe” merupakan
bentuk dari bumi.
Model pembelajaran diartikan sebagai seperangkat prosedur yang berurutan
untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian suatu kebutuhan, pemilihan
media dan evaluasi. Sesuai pengertian tersebut diatas maka yang dimaksud dengan
model desain pembelajaran adalah seperangkat prosedur berurutan untuk merancang
proses pembelajaran.
Model desain pembelajaran erat kaitannya dengan pengembangan
instruksional dimana hasil akhir dari pengembangan instruksional ialah suatu
system instruksional, yaitu materi dan strategi belajar mengajar yang
dikembangkan secara empiris yang secara konsisten telah dapat mencapai tujuan
instruksional tertentu.
Pengembangan
instruksional ini terdiri dari seperangkat kegiatan yang meliputi
perencanaan,pengembangan dan evaluasi terhadap sisitem instruksional yang
sedang dikembangkan tersebut sehingga telah mengalami beberapa revisi,system
instruksional tersebut dapat memuaskan hati pengembangnya.
Pengembangan instruksional adalah tehnik
pengelolaan dalam mencari pemecahan masalah-masalah instruksional,atau
setidak-tidaknya dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar yang ada untuk
memperbaiki pendidikan.
Ada beberapa model perencanaan pembelajaran,misalnya model pengembangan
instruksional Briggs,model Banathy,model PPSI,model Kemp,model Gerlach dan Ely.
B. macam –macam model desain
pembelajaran
1.model
pengembangan instruksional PPSI
PPSI merupakan singkatan dari prosedur
pengembangan system instruksional.istilah “system instruksional “mengandung
pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan system dimana pengajaran adalah
suatu kesatuan yang terorganisasi,yang terdiri dari seperangkat komponen yang
saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara fungsional dan terpadu
dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.maka PPSI juga dapat disebut
menggunakan pendekatan yang berorientasikan pada tujuan.
Model
pengembangan instruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok,yaitu :
a. tahap 1 : merumuskan tujuan instruksional khusus (TIK)
tujuan
instruksional khusus adalah rumusan yang jelas tentang kemmpuan yang diharapkan
dimiliki oleh peserta didik setelah selesai mengu\ikuti suatu program
pengajaran tertentu.
Dalam merumuskan TIK ada beberapa criteria yang harus dipenuhi,yaitu:
1) menggunakan istilah yang operasional
2) berbentuk hasil belajar
3) berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur
4) dalam satu TIK hanya memuat satu perubahan tingkah laku.
b. tahap 2 : mengembangkan alat evaluasi
Evaluasi ini dikembangkan dari TIK yang telah dirumuskan.fungsi dari
evaluas ini adalah untuk menulai sampai dimana peserta didik telah mencapai TIK
yang telah dirumuskan.
Kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini adalah adalah sebagai berikut :
1) menentukan
jenis tes yang akan digunakan untuk mengukur
tercapai tidaknya TIK.jenis tes ini dapat dibedakan menjadi; a) tes tertulis b) tes lisan
c) tes perbuatan
2) menyusun
butir tes (item soal) untuk menilai masing-masing TIK.bentuk item soal ini
berupa ; a) essay b) obyektif dalam
bentuk pilihan ganda,menjodohkan,isian,dan jawaban singkat.
c. tahap 3 :
menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran
1) merumuskan
semua kemungkinan kegiatan belajar untuk
mencapai TIK
2) menetapkan
kegiatan yang tida perlu ditempuh
3) menetapkan
kegiatan yang akan ditempuh
4) menetapkan
materi pelajaran
d. tahap 4 :
merencanakan program kegiatan
1) menetapkan
strategi belajar mengajar,termasuk metode yang digunakan
2) memilih alat
pelajaran dan sumber bahab atau media yang akan digunakan
3) menyusun
jadwal penyajian
e. tahap 5 :
melaksanakan program
1) menyelenggarakan pre-test
Pre-test
ini untuk menjajagi seberapa jauh kemampuan yang telah dikuasai oleh peserta
didik berkaitan dengan TIK
2) menyajikan
materi pelajaran
3) menyelenggarakan post-test
Post-test untuk
menilai tingkat kemampuan peserta didik mengikuti pelajaran
5) melakukan revisi (perbaikan)
2. Model J.E Kemp
Menurut Kemp
(1977) pengembangan instruksional atau desain instruksional terdiri dari 8
langkah yaitu :
1)
menentukan tujuan instruksional umum (TIU)
TIU
merupakan tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan
2)
menganalisis karakteristik peserta didik
analisis ini digunakan untuk mengetahui latar belakang pendidikan,
social, budaya per\serta didik ,serta untuk menentukan langkah-langkah yang
perlu diambil
3)
menentukan TIK
4)
menentukan materi pelajaran
5)
menetapkan penjajagan awal
tes
ini untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah memenuhi persyaratan
belajar yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran
6)
menentukan strategi belajar mengajar
7)
mengkoordinasikan sarana penunjang ,yang meliputi
tenaga fasilitas,alat,waktu dan tenaga.
8)
Mengadakan evaluasi
3. Model Briggs
Model Briggs bersandar pada prinsip
keselarasan antara a) tujuan yang akan dicapai b) strategi untuk mencapainya c)
evaluasi keberhasilannya atau dalam bahasa sehari-hari dinyatakan dengan
istilah a) mau kemana? b) dengan apa? c) bilamana sampai tujuan?
Adapun urutan langkah Briggs adalah sebagai
berikut :
Mau kemana? meliputi :
1)
identifikasi masalah/tujuan
2)
rumusan tujuan dalam perilaku belajar
3)
penyusunan
materi/silabus
4)
Analisis tujuan
Dengan apa? meliputi :
5)
analisis tujuan
6)
jenjang belajar dan strategi instruksional
7)
rancangan instruksional (guru)
8)
strategi
instruksional (tim pengembangan
instruksional)
Bilamana sampai
tujuan? Meliputi
9)
penyusunan tes
10) evaluasi formatif
11) Evaluasi
sumatif
4. Model Gerlach dan Ely
1) Merumuskan tujuan
instruksional
2) Menentukan isi materi
pelajaran, isi materi pelajaran hendaknya disesuaikan TIK
3) Menentukan kemampuan awal
peserta didik,
untuk keperluan ini perlu
dilakukan pre-test
4) Menentukan teknik dan
strategi
Strategi
merupakan pendekatan yang dipakai guru da;lam memanipulasi informasi, memilih
sumber-sumber, dan menentukan tugas/ peranan peserta didik dalam kegiatan
belajar mengajar. Jadi pada tahap ini guru harus menentukan cara untuk dapat
mencapai tujuan instruksional secara baik.
5) Pengelompokan belajar
6) Menentukan pembagian
waktu
7) Menentukan ruang
dalam menentukan ruang perlu memperhatikan jumlah peserta didik dan
strategi yang digunakan, sehingga tujuan instruksional dapat tercapai secara
efektif
8) Memilih media
instruksional yang sesuai
9) Mengevaluasi hasil belajar
10) Menganalisis umpan balik
Umpan balik ini
dilakukan dalam rangka untuk penyempurnaan/perbaikan instruksional. Analisis
umpan balik ini hendaknya mencakup seluruh komponen instruksional.
5. model Bela H. Banathy
Menurut Banathy (1972), secara garis besar pengembangan
instruksional meliputi 6 langkah pokok yaitu :
1) merumuskan tujuan
dalam langkah ini guru harus
merumuskan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik setelah mengikuti
program pengajaran tertentu .
2) mengembangkan tes
3) menganalisis kegiatan
belajar
4) mendesain system instruksional
Dalam langkah ini ditetapkan
jadwal dan tempat pelaksanaan dari masing-masing komponen instruksional.
Seluruh komponen instuksipnal yang telah dirumuskan perlu ditetapkan sebagai
suatu system pengajaran.
5) Melaksanakan pengajaran
dan mengetes hasil
Dalam langkah ini system
instruksional yang telah didesain perlu diujicobakan dan dilaksanakan. Selain
itu juga perlu mengadakan penilaian terhadap hasil belajar yang dicapai oleh
peserta didik.
6) Mengadakan perbaikan
Hasil yang diperoleh dari
evaluasi dapat digunakan sebagai bahan balikan dalam rangka mengadakan
perbaikan terhadap sistem instruksional.
C.
pola-pola pengembangan desain
pembelajaran
pada umumnya telah kita
kenal pola instruksional dimana dosen pada umumnya
mempunyai kedudukan sebagai satu-satunya sumber
belajar dalam system instruksional .pola ini dapat disebut pola
tradisional.berbagai perkembangan mempengaruhi pola instruksional ini, di satu
pihak ada kecenderungan standardisasi terhadap segi masukan (input) dalam
system instruksional, dan di lain pihak terdapat pengaruh perkembangan
tehnologi yang pada awalnya lebih diwarnai dengan adanya peralatan atau
instrumentasi.
Adapun
pola-pola pengembangan desain pembelajaran adalah sebagai berikut:
1)
sumber berupa orang saja, dalam pola interaksi ini
guru memegang kendali penuh atas berlangsungnya pengajaran dan bahan pendidikan
2)
sumber berupa orang saja yang dibantu dengan sumber
lain ,dalam hal ini guru masih memegang kendali, hanya saja tidak mutlak karena
dia dibantu oleh sumber lain
3)
sumber berupa orang bersama dengan sumber lain
berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab, dalam hal ini terdapat control
bersama, misalnya sumber lain mengontrol penyajian informasi serta keefektifan
penerimaan pesan, sedangkan guru mengontrol disiplin dan kegairahan belajar
4)
sumber lain saja tanpa sumber beruoa orang, keadaan
ini terjadi dalam suatu pembelajaran yang menggunakan media.
5)
Kombinasi dari keempat pola tersebut diatas.
D.
perbedaan model-model pembelajaran
Perbedaan model model
terletak pada istilah yang dipakai ,urutan dan kelengkapan langkahnya
a)
Model yang dikembangkan oleh Briggs ini berorientasi
pada rancangan system dengan sasaran dosen atau guru yang akan bekerja sebagai
perancang kegiatan instruksional maupun tim pengembangan instruksional yang
susunan anggotanya meliputi antara lain dosen,administrator,ahli bidang
studi,ahli evaluasi,ahli media,dan perancang instruksional.
b)
Model Bela H.Banathy
1.
Merumuskan tujuan
2.
Mengembangkan tes
3.
Menganalisis kegiatan belajar
4.
Mendesain system instruksional
5.
Melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil
6.
Mengadakan perbaikan
c)
Model PPSI (Prosedur pengembangan system instruksional
PPSI merupakan langkah
langkah pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai suatu system untuk
mencapai tujuan secara efisien dan efektif.Pengembangan system instruksional
model PPSI dapat digambarkan sebagai berikut :
1.Perumusan tujuan
2.Pengembangan alat evaluasi
3.Menentukan kegiatan belajar dan materi pelajaran
4.Merencanakan program kegiatan
5.Melaksanakan program
d)
Model Kemp
1.Menentukan
tujuan instruksional umum (TIU)
2.Membuat analisis tentang
karakteristik siswa
3.Menetukan tujuan
instruksioanal seperti spesifik, operasioanal, dan terukur
4.Menentukan materi/bahan
pelajaran yang sesuai dengan TIK
5.Menetapkan pengajaran awal
6.Menentukan strategi
belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan instruksional khusus tersebut
7.Mengkoordinasikan sarana
penunjang yang diperlukan meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu, dan
tenaga
8.Mengadakan evaluasi
e)
Model Pengembangan Gerlach dan Ely
Model yang dikembangkan oleh
Gerlach dan Ely (1997) dimaksudkan sebagai pedoman perencanaan
mengajar.Pengembangan system intruksional menurut model ini melibatkan sepuluh
unsur :
1.Merumuskan tujuan
2.Menentukan isi materi
3.Menurut kemampuan awal
4.Menentukan teknik dan strategi
5.Pengelompokan belajar
6.Menentukan pembagian waktu
7.Menentukan ruang
8.Memilih media instuksional yang sesuai
9.Mengevaluasi hasil belajar
10.Menganalisis umpan balik
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
A. Pengertian model desain
pembelajaran
Model pembelajaran diartikan sebagai seperangkat prosedur yang berurutan
untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian suatu kebutuhan, pemilihan
media dan evaluasi. Sesuai pengertian tersebut diatas maka yang dimaksud dengan
model desain pembelajaran adalah seperangkat prosedur berurutan untuk merancang
proses pembelajaran.
B. macam –macam model desain
pembelajaran
1.model pengembangan instruksional PPSI
2. model J.E Kemp
3. model Briggs
4. Model Gerlach dan Ely
5. model Bela H. Banathy
C.Pola-pola pengembangan desain pembelajaran
Adapun pola-pola pengembangan desain pembelajaran
adalah sebagai berikut:
1)
sumber berupa orang saja, dalam pola interaksi ini
guru memegang kendali penuh atas berlangsungnya pengajaran dan bahan pendidikan
2)
sumber berupa orang saja yang dibantu dengan sumber
lain ,dalam hal ini guru masih memegang kendali, hanya saja tidak mutlak karena
dia dibantu oleh sumber lain
3)
sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan
suatu pembagian tanggung jawab, dalam hal ini terdapat control bersama,
misalnya sumber lain mengontrol penyajian informasi serta keefektifan
penerimaan pesan, sedangkan guru mengontrol disiplin dan kegairahan belajar
4)
sumber lain saja tanpa sumber berupa orang, keadaan
ini terjadi dalam suatu pembelajaran yang menggunakan media.
5)
Kombinasi dari keempat pola tersebut diatas.
D.perbedaan model-model pembelajaran
Perbedaan model model
terletak pada istilah yang dipakai ,urutan dan kelengkapan langkahnya.
Daftar Pustaka
1. Model
pembelajaran menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan
efektif,Prof.Dr.Hamzah B.Uno,M.pd,Bumi Aksara,Jakarta.
2.
Perencanaan pengajaran,Drs.Harjanto,Rineka Cipta
,Jakarta
3.
Perencanaan pengajaran berdasarkan pendekatan system,Prof.Dr.Oemar
Hamalik,Bumi Aksara,Jakarta.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.Latar
belakang…………………………………………..1
2.Rumusan
masalah……………………………………….2
3.Tujuan
Pembahasan……………………………………..2
BAB II PEMBAHASAN
1.Pengertian
model desain pembelajaran…………………3
2.Macam
macam model desain pembelajaran……………3
3.Pola
pola pengembangan desain pembelajaran………...7
4.Perbedaan model model pembelajaran………………...8
BAB III PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………...10
DAFTAR PUSTAKA
MAKALAH
MODEL DESAIN PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
Dosen pengampu :
Dhikrul Hakim, M.Pd.I

Disusun Oleh :
1. Emy Fajriyah
2. Lailatul Fadilah
3. Laili Arofah
4. Sulaiman
PRODI S1 TARBIYAH
FAKULTAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL
‘ULUM
JOMBANG
2011
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments